Sabtu, 21 Januari 2017

Wow Ini Dia Model Transportasi Baru Tahun 2017 Untuk Menghindari kemacetan "Vahana Mobil Terbang" dari Air Bus




Impian banyak orang untuk melihat dan mengendarai mobil terbang tampaknya akan segera terwujud. Vahana, prototipe mobil terbang buatan Airbus, ditargetkan siap diujicoba untuk mengudara pada akhir tahun 2017.
Airbus Group merupakan pabrikan pesawat terbang terbesar kedua di dunia setelah Boeing. Namun, sejak beberapa tahun lalu, Airbus telah melakukan riset dan pengembangan dalam bidang mobilitas udara di wilayah urban. Mereka pun muncul dengan konsep “kendaraan terbang” dan “jalan raya udara”.
“Seratus tahun yang lalu, transportasi urban dikembangkan di bawah tanah. Sekarang, kita sudah memunyai kemampuan teknologi untuk membuat transportasi di udara. Dengan terbang, Anda tidak perlu menghabiskan uang miliaran untuk membangun jembatan dan jalanan beton,” ujar Tom Enders (CEO, Airbus) pada konferensi DLD di Munich, Jerman, seperti dilaporkan Digital Trends.
Airbus mengajukan tiga solusi di bidang transportasi udara ini. Pertama adalah Vahana, konsep mobil terbang dengan satu penumpang. Kedua, proyek Airbus Skyways atau jalan raya di udara yang akan diisi oleh drone pengantar barang. Ketiga yaitu CityAirbus, konsep mobil atau bus terbang dengan banyak penumpang.
“Beberapa teknologi yang diperlukan, seperti baterai, motor, dan sistem penerbangan, sedang menuju ke arah sana [mobil terbang. red]. Teknologi untuk mengenali dan menghindari rintangan juga sudah dikembangkan di mobil [otonom],” kata Rodin Lyasoff (CEO, Urban Air Mobility, Airbus).
“Secepatnya dalam sepuluh tahun ke depan, kita bisa memiliki produk yang mampu merevolusi perjalanan urban bagi jutaan orang,” lanjut Lyasoff. Ia pun menargetkan mobil terbang Vahana siap diujicoba pada akhir tahun 2017.
Investasi di Teknologi Baru
Airbus memprediksi bahwa pada tahun 2030, sebesar 60 persen populasi di dunia akan tinggal di perkotaan atau meningkat 50 persen dari kondisi saat ini. Untuk itu, masyarakat membutuhkan solusi transportasi urban yang inovatif dan revolusioner.
Oleh karena itu, Airbus siap berinvestasi pada teknologi baru, seperti mobil otonom dan kecerdasan buatan, guna mendukung inovasi dan memperluas bisnis baru di luar pesawat terbang dan helikopter, yakni mobil terbang dan drone. “Jika mengabaikan teknologi baru ini, kami akan tersingkir dari bisnis,” tukas Enders.
Airbus membayangkan mobil terbang Vahana bukan sebagai mobil pribadi, melainkan solusi transportasi umum sejenis taksi atau layanan ride-sharing yang bisa dipesan lewat aplikasi. Sedangkan CityAirbus lebih melayani transportasi massal, bisa dengan kendali otomatis ataupun manual oleh pilot manusia.
Untuk proyek Airbus Skyways, pihak Airbus sedang menjajaki kemungkinan uji coba di kawasan National University of Singapore (NUS). Nantinya, para dosen dan mahasiswa NUS dapat mengirimkan paket, dokumen, atau barang apa pun, sepanjang masih berada di area kampus, melalui jasa drone yang akan terbang di jalur khusus.
Jika uji coba tersebut sukses, Airbus akan menawarkan solusi “jalan raya udara” itu pada perusahaan retail dan logistik semacam Amazon dan DHL.
“Pasar ini [mobil terbang dan drone] akan berkembang sangat cepat apabila kami berhasil mengoperasikan kendaraan terbang pertama di kota besar serta menunjukkan keuntungan dari moda transportasi udara yang hening, bebas emisi, dan harganya kompetitif,” pungkas Jorg Muller (Corporate Development, Airbus).

Related Posts

Wow Ini Dia Model Transportasi Baru Tahun 2017 Untuk Menghindari kemacetan "Vahana Mobil Terbang" dari Air Bus
4/ 5
Oleh